HIMPALAUNAS.COM, KEPULAUAN SERIBU - Tak banyak orang tahu bagaimana cara merehabilitasi satwa liar yang dilindungi. Sabtu (29/5) telah datang 4 ekor elang di Pusat Rehabilitasi Elang di pulau Kotok, Kepulauan Seribu. Keempat burung tersebut terdiri dari 2 ekor Elang Bondol dan 2 ekor Elang Laut.
Sebelum masuk ke penangkaran, burung tersebut harus menjalani proses pemerikasaan terlebih dahulu. Prosedur itu terdiri dari penimbangan berat badan, saluran pernafasan, pemberian obat cacing, kondisi sayap, serta fungsi dan kondisi cakar.
"Itu semua gunanya sebagai data awal agar kita tahu apa saja yang dibutuhkan burung tersebut selama dalam penangkaran," ungkap Dani, seorang dokter hewan dari aktifis Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang saat itu sedang memberikan obat cacing pada seekor Elang Laut.
Menurutnya, selain fisik, kondisi psikis juga perlu diperhatikan karena dikhawatirkan elang elang tersebut telah mengalami stress akibat hidup di tempat yang bukan semestinya.
"Banyak yang didapati mereka stress akibat kandang yang sempit dan lingkungan yang bising," imbuhnya.
Perlakukan terhadap elang selama di penangkaran tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan dimungkinkan masing - masing elang mendapatkan penanganan yang berbeda.Contohnya, untuk saat memberi makan, para relawan harus selalu berupaya agar tidak diketahui elang.
"Waktu memberi makan, biasanya kami lakukan pada waktu dini hari, saat burung tersebut tidur. Ini agar mereka tidak 'merasa diberi' makan," terangnya.
Tujuan penangkaran ini adalah mempersiapkan agar elang -elang tersebut disiapkan untuk kembali dapat hidup secara liar kembali.(fri)