HIMPALAUNAS.COM, RIAU – Berjalan menyusuri jejak tradisi budaya merupakan hal yang mendukung pelestraian budaya. Salah satu tradisi budaya yang ada di Indonesia adalah Budaya Melayu yang tersebar di daerah Provinsi Kepulauan Riau, Riau, Jambi dan Bangka Belitung dan juga di Palau Kalimantan.
Ada sebuah desa di Pangkalpinang yang terletak di Provinsi Riau, bernama Desa Tuanutu. Desa Tuatunu merupakan daerah perkampungan yang kental dengan adat istiadat kebudayaan Melayu.
Di sini, banyak tempat-tempat wisata budaya seperti Kelenteng Kwan Ti Miauw, Perkampungan Cina Bintang.
Menapak tilas budaya di Tuatunu, ternyata hal yang juga sering dilakukan oleh para pelajar di provinsi Riau. Hal tersebut terbukti dengan adanya rombongan rombongan pelajar yang mengikuti kegiatan Jejak Tradisi Daerah Pangkalpinang mengunjungi Desa Tuatunu.
Ternyata, kunjungan mereka adalah kegiatan tahunan itu bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan para generasi muda terhadap tradisi daerah, terutama Pangkalpinang.
Masyarakat desa melayu Tuanutu memang sangat ramah. Setiap rombongan dan juga wisatawan yang berkunjung secara personal, selalu disambut dengan tradisi Nganggung.
Nganggung adalah tradisi gotong-royong masyarakat Kota Pangkalpinang dengan membawa makanan lengkap di atas dulang kuningan yang ditutup dengan tudung saji. Pada tradisi Nganggung, tiap keluarga membawa satu dulang yang terbuat dari kuningan berisi makanan sesuai dengan status dan kemampuan keluarga tersebut.
Tradisi Nganggung sering juga disebut dengan adat Sepintu Sedulang. Tradisi tersebut biasanya dilakukan pada upacara keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Nisfu Sya’ban dan pada kegiatan 1 Muharam.
Hmmmm…sungguh perjalanan yang luar biasa. Juga pertemuan dengan para siswa yang diarahkan untuk tetap mencintai budaya leluhurnya. Semoga hal tersebut bisa memberikan pengalaman kepada para generasi muda untuk menyelami kemajemukan budaya Pangkalpinang. (dra)