HIMPALAUNAS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas Anti Narkoba kampus Universitas Nasional Jakarta bertekad memberantas narkoba di kampus secara maksimal. Satgas ini akan terus memantau dan memetakan pengguna dan pengedar.
“Target kami adalah meminimalisir peredaran narkoba karena tidak mungkin yang namanya narkoba bisa bersih sampai titik nol," kata Ketua dari Satgas Anti Narkoba, Andi di Jakarta, Kamis (19/4).
Dalam diskusi bertajuk "Penguatan Kader Anti Narkoba Dan Peran Serta Kampus Dalam Menciptakan Kampus Bebas Narkoba" di kampus UNAS Pejaten, Andi mengakui bahwa peredaran narkoba di kampus UNAS sangat sulit diberantas.
Lebih Lanjut ia menjelaskan bahwa Satgas Anti Narkoba UNAS sebenarnya sudah ada sejak 2006. Sudah dikonsepkan, namun baru berjalan pada tahun 2008. Hal ini dipicu oleh "tsunami" yang melanda UNAS.
"Baru sekitar 2008-2009 (Satgas Anti Narkoba) mulai berjalan. Itupun masih meraba-raba bagaimana sebenarnya peredaran narokoba di UNAS dan pola yang tepat untuk meminimalisirnya. Hal ini pun sudah menjadi tuntutan kepada UNAS dari Kementrian dan DIKTI begitu pula soal pembentukan kader-kadernya”, ujar Andi.
Selanjutnya, Satgas Anti Narkoba akan memantau peredaran narkoba di UNAS dan mendata siapa saja mereka yang bermain di dalamnya. Kemudian, hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan Fakultas untuk menindaknya.
"Satgas akan memberikan nama-nama siapa saja yang disinyalir menggunakan narkoba di UNAS kepada BNN Provinsi DKI Jakarta untuk nantinya dimasukkan ke daftar calon yang akan direhabilitasi bila terbukti orang yang disinyalir tersebut terbukti menggunakan narkoba," tandasnya. (sad/fir)