HIMPALAUNAS.COM, JAKARTA - Pembahasan masalah delta di dunia oleh para ilmuwan dari 28 negara dan delegasi 15 negara telah menghasilkan 28 butir kesepakatan bersama dengan nama Jakarta Delta Message. Ilmuwan-ilmuwan tersebut selama 21-24 November telah melakukan pembicaraan intensif tentang permasalahan yang dihadapi delta-delta di seluruh dunia.
Pertemuan itu mengungapkan bahwa semakin dekatnya ancaman banjir ekstrim dan badai yang akan melanda di pemukiman padat, dari kawasan urban di delta-delta dunia yang mencapai 60 persen dari populasi dunia, selama 2 dekade ke depan.
" Kami sadar betul bagaimana kawasan ini (delta.red) dapat menjadi penopang kelangsungan peradaban manusia memberikan efek kehidupan seluruh ekosistem dunia agar menjadi lebih baik lagi," kata Ketua Paniia World Delta Summit 2011, Jan Sopaheluwakan.
18 butir pokok hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai delta ini rencananya akan dibawa ke 17th United
Nations Framework Convetion on Climate Change yang akan diselenggarakan di Durban, Afrika Selatan pada Desember mendatang.
Tidak hanya itu, hasil KTT tersebut juga akan disampaikan pada UN Conference on Sustainable Development atau
Earth Summit Rio+20, pada Juni 2012 di Rio de Janeiro, Brasil.
Pada butir pokok kesepakatan tersebut diantaranya menerangkan pentingnya sektor swasta, daam menggerakan proses pembangunan, kespaatan untuk meninggalkan pendekaan sektoral dalam menagani masalah delta, penggunaan teknologi dan perencanaan mega cities yang memperhitungkan pelestarian lingkungan dan pentingnya tanggung jawab bersama dan komitmen jangka panjang, yang didukung oleh mekanisme pembiayaan global. (fri)