HIMPALAUNAS.COM, BOGOR - 12 Kantong Mayat pada hari pertama, 10 kantong mayat pada hari kedua, dan 16 kantong mayat pada kemarin (12/5) telah berhasil dievakuasi oleh tim rescue. Namun demikian, korban yang berada di dasar jurang belum dapat dievakuasi.
"Untuk hari ini setiap pos akan ada 10-18 orang 60 sampai 70 meter tiap posnya agar lebih mempermudah proses evakuasi," tutur Novi selaku Dandim Kabupaten Bogor yang memimpin apel pagi hari ini (13/5). Sampai berita ini diturunkan sudah ada 4 kantung mayat lagi yang telah diangkut oleh helikopter.
Pada apel pagi yang dikoordinasikan bahwa proses pencarian hari ini akan lebih sulit karena akan menjangkau titik-titik ekstrim. Jalur evakuasi pun yang terpantau oleh tim HIMPALAUNAS.COM memang terbilang terjal. Waktu 1 jam dibutuhkan dari puncak Salak 1 untuk sampai ke lokasi dengan jarak 200 meter.
Dari pantauan pewarta HIMPALAUNAS.COM, Sadam Pratama dan juru foto, Pradana Starwinsyah di lokasi puing-puing pesawat Sukhoi SJ 100, tim evakuasi sedang membuat jalur baru di persimpangan menuju dasar melewati jurang. Menurut informasi di persimpangan tersebut sudah dibuat jalur untuk evakuasi pada hari sebelumnya yang menuju ke arah sungai. Jalur tersebut dibuka oleh anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan anggota TNI. Untuk mempersingkat waktu proses pencarian korban tim tersebut menginap di titik persimpangan.
"Kita sudah menginap disini dari kamarin dengan tidur menggunakan kantung mayat," ucap Revi Lino, anggota tim vertical rescue disela-sela pemasangan alat untuk turun di tubuhnya.
Puing-puing pesawat seperti bangku, majalah, dan serpihan-serpihan pesawat yang terbakar terlihat belum diangkut karena letaknya berada di ranting-ranting pohon di bibir tebing. Rencananya puing-puing pesawat tersebut akan dikumpulkan di dasar tebing. (Sad/Pra/man)