Langsung ke Topik Utama
Banner Iklan

Kerugian Banjir Bandang Pidie Capai 1 Triliun

12 Maret 2011 oleh Redaksi   di:

Kerugian Banjir Bandang Pidie Capai 1 Triliun

HIMPALAUNAS.COM, ACEH - Banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tangse, Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam pada Kamis malam (10/3) mengakibatkan kerugian material mencapai Rp 1 triliun.

Seperti yang diungkapkan Bupati Pidie, Mirza Ismail, Sabtu (12/3) pagi, kerugian material mencapai Rp 1 triliun tersebut juga termasuk hilangnya mata pencaharian masyarakat hingga beberapa bulan ke depan, khususnya di enam desa yang terparah terkena bencana. Enam desa tersebut adalah Peunalom Sa, Peunalom Dua, Layan, Blang Jrat, Pucoek Sa, dan Blang Dalam.

Selain menghancurkan ratusan rumah, 2 tempat ibadah, delapan jembatan, jalan, pondok pesantren, 2 unit sekolah, banjir tersebut juga merusak puluhan hektar sawah dan kebun warga.

”Selain infrastruktur yang hancur, banjir ini juga membuat petani gagal panen. Rumah-rumah mereka rusak dan tak bisa lagi bekerja hingga entah sampai beberapa bulan ke depan karena semuanya hancur,” kata Mirza.

Sebelumnya banyak pihak menduga banjir badang terjadi akibat pembalakan liar yang merusak hutan-hutan di barisan perbukitan Tangse. Banjir dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Pidie selama empat hari berturut-turut.

”Kalau melihat banyaknya material lumpur dan kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir, ini jelas kaitannya dengan pembalakan liar,” kata Zulfikar, sukarelawan bencana Kecamatan Tangse.

Bencana tersebut juga menghancurkan 160 unit rumah serta menewaskan puluhan warga. Selain itu juga terdata 4 jembatan putus dan jalur nasional yang menghubungkan Pidie-Tangse-Aceh Besar putus. Sebanyak 21 jenazah korban banjir bandang ditemukan pada Jumat (11/3/2011).

Diperkirakan masih ada belasan hingga puluhan lagi korban yang masih hilang. Menurut catatan Posko Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana Pidie,para korban tersebut 10 di antaranya warga Desa Pucoek Sa dan Blang Dalam, sedangkan 11 lainnya warga Desa Peunalom 1, Peunalom 2, dan Layan. Mereka ditemukan di antara tumpukan lumpur dan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir.(berbagai/fri)

Share this Sebarkan
Powered by Jaringmaya.Com