HIMPALAUNAS.COM, BOGOR - Masyarakat sekitar desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor terus memadati jalur evakuasi. Masyarakat yang datang secara bergelombang ini rupanya penasaran ingin melihat helikopter yang menurunkan jenazah dari puncak Salak 1.
“Sudah sejak Kamis warga ingin tahu Mas, tetapi ramai-ramainya di sana ya baru kemarin dan hari ini," ujar Fathoni kepada HIMPALAUNAS.COM di Cipelang, (13/5). Hal ini tentu sangat mengganggu jalur yang memang digunakan untuk hilir mudik kendaran yang berkepentingan menuju lokasi seperti mobil logistik dan mobil peralatan.
Kesalahan tentu tidak dapat sepenuhnya disalahkan kepada warga. Dengan cara antisipasi yang dilakukan oleh personil Polisi seperti mengalihkan jalur mungkin dapat menjadi jawaban agar keingintahuan warga yang besar tidak menghambat distribusi logitik dan peralatan untuk tim evakuasi.(sadam/dana)
Di tempat lain, dari pantauan pewarta HIMPALA UNAS.COM, Sadam Pratama dan juru foto Pradana Starwinsyah di puncak Salak 1, Sabtu (12/5) evakuasi korban dari lokasi puing pesawat Sukhoi SJ 100 dibawa lewat jalur darat menuju puncak Salak 1. Kemudian helikopter yang terus terbang di ketinggian kurang lebih sepuluh meter dari tanah mengambil janazah tersebut dengan jaring.
Setiap kali helikopter datang ke puncak Salak 1, tim evakuasi membawa logistik untuk tim evakuasi di seputaran area puing pesawat. Terhitung setiap hari 3 kali helicopter bolak balik dari posko Embrio desa Cipelang. (Sad/pra/fir)